Analisis Pengelolaan Dan Penatausahaan Aset Tetap Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 34 Jakarta Pusat
Main Article Content
Abstract
Pengelolaan aset tetap merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan operasional dan proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan penatausahaan aset tetap di SMK Negeri 34 Jakarta Pusat, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pengelolaannya, serta mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aset. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan aset sekolah, seperti kepala sekolah, kepala tata usaha, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, serta pengurus barang. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dan penatausahaan aset tetap di SMK Negeri 34 Jakarta Pusat secara umum telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pengelolaan Barang Milik Daerah, mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pengadaan dan penggunaan, hingga penatausahaan dan inventarisasi aset. Namun demikian, dalam implementasinya masih terdapat beberapa kendala, antara lain keterbatasan anggaran, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia pengelola aset, sistem informasi inventaris yang belum terintegrasi secara optimal, serta lemahnya monitoring internal terhadap pengelolaan aset. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain melalui penyempurnaan perencanaan dalam RKAS, peningkatan koordinasi antar unit kerja, pelatihan bagi pengurus barang, serta evaluasi berkala terhadap inventaris aset. Untuk mencapai tata kelola aset yang lebih optimal, diperlukan penguatan melalui digitalisasi sistem inventarisasi, pelaksanaan audit internal secara berkala, serta penguatan fungsi pengawasan berbasis risiko.