Pengaruh Aroma Therapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I

Authors

  • Herselowati

    Fakultas Sains dan Kesehatan, Universitas IPWIJA
    Author
  • Nita Tri Wahyuni

    Fakultas Sains dan Kesehatan, Universitas IPWIJA
    Author

Keywords:

Aroma therapi , lemon, emesis gravidarum

Abstract

Mual dan muntah merupakan keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama yang dikenal sebagai morning sickness. Menurut data Word Health Organitation (WHO) tahun 2017, kejadian emesis gravidarum sebanyak 50 – 75% baik pada ibu multigravida maupun primigravida dan gejala ini dimulai kurang lebih pada usia kehamilan 10 minggu. Salah satu penanganan yang dilakukan untuk menangani emesis gravidarum adalah dengan pemberian aroma therapi mInyak esensial lemon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aroma therapi lemon terhadap emesis gravodarum pada ibu hamil trimester I. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pre and post-test without control (control dirinya sendiri). Sampel dalam penelitian ini sejumlah 20 responden. Penelitian ini dilakuan selama 4 bulan yaitu bulan Agustus sampai November 2025. Teknik pengambilan Sampel pada penelitian ini adalah dengan Non Probability Sampling dengan metode Consecutive Sampling. Analisa data penelitian menggunakan Wilcoxon. instrumen penelitian menggunakan kuesioner kualitatif dengan memberi pernyataan rentan sehat – sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas emesis gravidarum sebelum diberikan cytrus lemon adalah 4,95 dengan standar deviasi 1,146. Intensitas emesis gravidarum setelah diberikan cytrus lemon nilai mean menjadi 2,65 dan standar deviasi 1,040. Terdapat perbedaan nilai median sebelum dan sesudah adalah 2,3. Hasil uji statistik menggunakan uji Wolcoxon nilai P-Value sig (2- tailed) sebesar 0,000 yang artinya aroma therapi cytrus lemon berpengaruh terhadap penurunan emesis gravidarum. Saran dalam penelitian ini diharapkan ibu hamil memanfaatkan secara mandiri pemberian arometerapi lemon.

 

 

 

References

Afriyanti Detty, Rahenzha Huda Nurul, Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lemon Elektrik Terhadap Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I, Maternal Child Health Care Journal, Volume 2 No. 1

Darniati, P. (2017). Hubungan graviditas dan status gizi dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di puskesmas mawasangka tengah kecamatan mawasangka tengah kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2015 Hingga 2016. Poltekkes Kemenkes Kendari; 2017.

Dewi, W. S., & Safitri, E. Y. (2018). Pengaruh Aromaterapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum di Praktik Mandiri Bidan Wanti Mardiwati. Jurnal ilmiah kesehatan, 17(3), 4-8.

Kia, P. Y. et al. (2014) ‘The Effect of Lemon Inhalation Aromatherapy on Nausea and Vomiting of Pregnancy: A Double-Blinded, Randomized, Controlled Clinical Trial’, Iranian Red Crescent Medical Journal, 16(3). Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/P MC4005434/.

Kozier. E., & Berman. S,. (2010). Buku Ajar Fondamenal Keperawatan : Konsep, Proses & Praktik,Volume : 1, Edisi : 7. Jakarata: EGC

Maharani, S, P. (2017). Hubungan hiperemesis gravidarum dengan preeklampsia di rumah sakit umum dewi sartika kendari. Poltekkes Kemenkes Kendari;

Medforth, J. et al. (2013) Kebidanan Oxford dari Bidan untuk Bidan. Jakarta: EGC.

Muninjaya. (2018). Manajemen mutu pelayanan kesehatan. Jakarta: EGC.

Rofi'ah, S., Widatiningsih, S., & Sukini, T. (2019). Efektivitas aromaterapi lemon untuk mengatasi emesis gravidarum. Jurnal Kebidanan, 9(1), 9-16.

Wiryodigdo, S. (2008) Kimia dan farmakologi Bahan Alami. Jakarta: EGC.

Wong. (2010). Easing anxiety with aromatherapy. about.com alternative medicine [Jurnal Online]

Young, G. (2011). Essencial Oil Pocket Reference 5th ed. Amazon: Life Science Pubhlising

Downloads

Published

2025-12-16