TRANSFORMASI PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS PASCA PENERAPAN PERMENKES NOMOR 2 TAHUN 2025: TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI BERBASIS SIKLUS HIDUP

Authors

  • Mera Marhamah

    Universitas IPWIJA
    Author
  • Nui Pawestri

    D3 Kebidanan Universitas IPWIJA
    Author

Keywords:

Permenkes Nomor 2 Tahun 2025, Kesehatan reproduksi, Keluarga berencana, Puskesmas, Pelayanan berbasis siklus hidup, Mutu pelayanan

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi memperkuat paradigma pelayanan kesehatan reproduksi melalui pendekatan berbasis siklus hidup dan integrasi berbagai jenis pelayanan. Bagi Puskesmas, perubahan tersebut menuntut penguatan kompetensi tenaga kesehatan, jejaring pelayanan, sistem rujukan, pencatatan dan pelaporan, serta partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi Permenkes Nomor 2 Tahun 2025 terhadap pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di Puskesmas serta mengidentifikasi tantangan dan strategi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan analisis kebijakan deskriptif melalui sintesis dua kajian mengenai implementasi regulasi, yang dikaitkan dengan literatur ilmiah dan dokumen kebijakan terkait. Hasil analisis menunjukkan adanya pergeseran paradigma Puskesmas dari pelayanan yang cenderung sektoral menuju pelayanan kesehatan reproduksi yang terintegrasi, berkesinambungan, berbasis kebutuhan, dan berorientasi pada hak pasien. Tantangan implementasi meliputi kesenjangan kompetensi sumber daya manusia, kesinambungan logistik kontrasepsi, sistem rujukan, integrasi data, serta keragaman sosial dan budaya masyarakat. Strategi implementasi meliputi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyesuaian standar operasional prosedur berbasis siklus hidup, penguatan jejaring pelayanan, peningkatan kualitas data, serta monitoring dan evaluasi mutu secara berkala. Implementasi regulasi secara terintegrasi diperlukan untuk memperkuat mutu dan kesinambungan pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di Puskesmas.

References

Andriani, H., Rachmadani, S. D., Natasha, V., & Saptari, A. (2022). Continuum of care in maternal, newborn and child health in Indonesia: Evidence from the Indonesia Demographic and Health Survey. Journal of Public Health Research, 11(4). https://doi.org/10.1177/22799036221127619.

Budiharsana, M. P., Wahyuningsih, W., & Heywood, P. (2022). The use of Method Information Index (MII) to monitor the amount of information given to women users of modern contraceptives in Indonesia. BMC Women's Health, 22, 489. https://doi.org/10.1186/s12905-022-02094-1.

Carcel, C., Haupt, S., Arnott, C., et al. (2024). A life-course approach to tackling noncommunicable diseases in women. Nature Medicine, 30, 51–60. https://doi.org/10.1038/s41591-023-02738-1.

Crosbie, E. J. (2024). Harnessing a life course approach to tackling the unmet health needs of women. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 131, 243–245. https://doi.org/10.1111/1471-0528.17755.

Hartati, D., & Astuti, A. W. (2024). Health Services Strategy of Adolescent Sexual Reproductive Health in Developing Countries. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 12(1), 102–111. https://doi.org/10.20473/jpk.V12.I1.2024.102-111.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif bagi Tenaga Kesehatan dan Penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Tindakan Aborsi dan Pelayanan Kesehatan Reproduksi dengan Bantuan atau Kehamilan di Luar Cara Alamiah. https://peraturan.go.id/files/bn1647-2014.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Permenkes No. 43 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Reproduksi Dengan Bantuan Atau Kehamilan Di Luar Cara Alamiah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/116243/permenkes-no-43-tahun-2015

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Permenkes No. 3 Tahun 2016 tentang Pelatihan Dan Penyelenggaraan Pelayanan Aborsi Atas Indikasi Kedaruratan Medis Dan Kehamilan Akibat Perkosaan. https://peraturan.go.id/files/bn190-2016.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Permenkes No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual. https://peraturan.go.id/files/bn853-2021.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi. https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/Permenkes_No._ 2_Tahun_2025.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi.

Lahope, G., & Fathurrahman, R. (2024). Current State, Challenges, and Opportunities of the School-Based Sexual and Reproductive Health Education in Indonesia: A Systematic Literature Review. Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 9(1), 81–94. https://doi.org/10.17977/um044v9i12024p81-94.

Nurjaeni, N., Sawangdee, Y., Pattaravanich, U., Holumyong, C., et al. (2021). The role of structural and process quality of family planning care in modern contraceptive use in Indonesia: A multilevel analysis. BMC Public Health, 21, 1790. https://doi.org/10.1186/s12889-021-11858-7.

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. https://peraturan.go.id/files/uu-no-17-tahun-2023.pdf

Pemerintah Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. https://peraturan.go.id/files/pp-no-28-tahun-2024.pdf

Saparini, S., Simbolon, D., & Ningsih, L. (2023). Knowledge and Access to Adolescent Reproductive Health Information in Indonesia. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 1–10. https://doi.org/10.14710/jpki.19.1.1-10.

Simmons, D., Gupta, Y., Hernandez, T. L., et al. (2024). Call to action for a life course approach. The Lancet, 404(10448), 193–214. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(24)00826-2.

World Health Organization. (2022). Critical considerations and actions for achieving universal access to sexual and reproductive health in the context of universal health coverage through a primary health care approach. WHO.

World Health Organization. (2023). Creating healthy life trajectories: Universal health coverage and a life course approach. WHO.

World Health Organization. (2023). HRP at 50: Sexual and reproductive health and rights across the life-course. WHO.

Downloads

Published

2026-06-02